Kebun Binatang Higashiyama di Musim Panas

Kebun Binatang Higashiyama, terletak di dekat Higashiyama Koen Station, Nagoya. Cuma jalan kaki aja. Koen, secara bahasa berarti taman. Kenapa namanya itu? Ya, karena di statiun tersebut ada taman botani yang guedeee banget yang berdampingan dengan kebun binatang. Kami biasa menyebutnya doubutsu en, artinya kebun binatang.

Higashiyama Koen spesial banget. Tiap musim bisa didatangi tanpa rasa bosan. Musim gugur tahun lalu, kami datang ke sana untuk melihat daun-daun momiji yang memerah. Kece badai deh. Musim dingin, kami bs menemukan penguin dan polar bear yang tampak happy. Kenapa? Ya karena udara di musim dingin paling cocok buat mereka. Musim semi, kami pulang ke Indonesia, jadi ga sempat main. Tapi, katanya eh katanya, bisa lihat sakura kece juga di kebun botaninya. Nah musim panas begini, pada hari-hari tertentu, mereka buka hingga malam hari. Biasanya acara yang ngehits adalah illumination. Intinya sih, “jualannya” lampu-lampu yang kelap kelip di sana sini. Jadi taman besar itu keliatan makin kece begituuuh.

Karena buka hingga malam, juga untuk menghindari paparan sinar UV yang luar biasa di siang harinya yang bisa membuat Bunda Bayan semakin tampak “kereng” (hihihi!), kami berangkat jam 3 sore aja. Demi pengiritan dan kesehatan, Buya dan anak-anak naik sepedah, Bunda naik kereta sambil bawa stroller buat Akca nanti di sana :-p

Setelah sebelumnya berunding beberapa bulan (–> alay!), kami memutuskan untuk ikut-ikutan teman membeli tiket 1 tahun. Kenapaah? Ekonomis bo! Kalau tiket biasa kami harus bayar 500 yen per orang per kedatangan, untuk tiket setahun hanya perlu membayar 2000 yen per orang per kedatangan. Mau tiap hari datang juga boleh. Silahkan! Anggap rumah sendiri aja, bolak balik free! Rruuarrr biasa, kan kan kan? #kedipkedip

higa 6
tiket setahun kebun binatang, tiket kami berlaku sampai 13 agustus 2017 asiik!

Dari pintu masuk Higashiyama Koen, kita bisa memilih, mau keliling taman pake monorel berbentuk miniatur shinkansen atau langsung ketemu dengan para penghuni hutan yang udah dipindahin ke Higashiyama Koen.  Untuk naik monorel, kamu harus bayar lagi 500 yen untuk 1 x keliling taman besar tersebut. Mahal? Hmm relatif yaa, bagus sih pemandangannya. Tapi karena main-main kali ini udah beli 2 tiket setahun, budget naik monorelnya dipindahin untuk kedatangan mendatang aja yaa hihi!

higa 15
Akca suka banget lihat monorel yang mirip shinkansen ini. Teriak terus tiap kali lihat -_-

Ga jauh dari pintu masuk, kita akan langsung ketemu dengan museum ruminansia. Di sini, kita bisa melihat segala menjelasan tentang hewan pememah biak yang kerjanya nguyah melulu. Kenapa dia selalu ngunyah, benarkah perutnya ada 4 ruangan, apa aja contoh hewannya, plus plus juga diliatin bagaimana warna, bentuk, dan ukuran pup-nya. Kayak beneran loh! Omoshirokatta!

higa 2
Ini lho bedanya pup kambing dan sapi (Idiiih!)

Lanjut lagi, ada kandang badak India yang punya kulit berlipat-lipat. Menurut Emak Bayan, secara fisik body-nya Tuan Rhino ini mangstab bin kece. Lipatannya membuat doski tampak elegan. Tapi eh tapi, culanya masih kalah kece dong ya, dari badak di Ujung Kulon. Tetep dong, badak bercula satu Indonesia numero uno.

Di musim panas, Tuan Rhino merasa sangat kepanasan jadi dia berendam. Adeem! Enyaaak! kataya dalam hati pas berendam. Kok tau? Iyalah, kan Emak Bayan multitalented :-p Di kandang badak, kamu juga melihat badak makan rumput plus pipis. Ampun dijeee! #tutupmatasambilkepo

This slideshow requires JavaScript.

Nah, di dekat kandang badak, ada kandang gajah, plus segala macam edukasinya. Anak-anak bisa nguping bagaimana suara gajah dengan menempelkan telinga di satu alat. Terus, di zouseum tersebut (zou=bahasa jepang gajah, red.) kita bisa melihat patung bagian-bagian tubuh gajah yang mirip banget sama aslinya. Ada belalainya yang panjang dan bisa menyembur. Ada telinganya yang lebar. Ada kakinya yang besar. Ada makanannya yang berupa rerumputan. Bahkan dikasih tau gimana bentuk kotorannya yang konon katanya bisa mencapai 100 kg per hari. Haa?! Melongo kaan bacanya?

 

This slideshow requires JavaScript.

Di kebun binatang tersebut, seperti biasanya, kita bisa melihat beruang, harimau, singa, burung, primata, dsb. Katanya di kebun binatang ini ada gorilla yang mukanya mirip artis Hollywood, namanya Shabani. Anak-anak di sini memanggilnya “Ikemen” artinya kurleb cowok keren. Biasanya di Jepang istilah ikemen ditujukan kepada cowok berbadan tinggi dengan wajah guanteng, otak pinter, dan jago olahraga. Namun, sungguh beruntung, Shabani yang umurnya 18 tahun ini bisa dipanggil ikemen. Cewek-cewek jepang, baik yang kecil maupun yang besar, selalu pengen lihat Shabani kalau ke Higashiyama bonbin. Alasannya ya itu, “Guanteng bangeeet! Hansamu!” katanya. Padahal mah diliat dari sisi mana aja si Shabani ini ga ada ganteng-gantengnya. Jelas masih lebih ikemen Buya Bayan. No doubt! hahaha! Entahlah! Katanya sih, sikap Shabani ini berbeda dengan gorilla kebanyakan. Dia punya good attitude dan gerak geriknya rada cool gitu. Membuat para gadis histeris. Halah!

shabani-gorilla
Si “ganteng” Shabani

Bagi kami yang datang dari negeri ekuator yang panas, hewan dambaan yang kami sangat kepoin jelaslah penguin dan beruang kutub. Udah kebayang lucunya pen gin (penguin dalam bahasa jepang, red.) menari. Kawaii! Daan, emang beneran kawaii. Tapi mereka sebenarnya masih lebih aktif bergerak di musim dingin yaa.. Udaranya lbh cocok kali yaah. Di musim panas ini, agar lebih enak udaranya buat mereka. Mereka disemprotin air dingin sepanjang hari biar adeem!

This slideshow requires JavaScript.

Bagaimana dengan beruang kutub? Hmm, bayangan saya beruang kutub itu endut-endut putih gitu yaah. Mirip tokoh Phobi di kartun Korea Pororo lah. Tapi ternyata doski udah diet kayaknya, agak kurusan bo! Sedih sih liatnya, prihatin. Wkwkwk.

Hewan menarik lainnya di Higashiyama Zoo adalah marsupialia dari Australia yang “rajin mengajar”: Kang Guru. Seneng banget bs lihat hewan yang menjadi inspirasi olahraga bertinju ini lompat-lompat. Sayangnya, kemarin kami ga menemukan kangguru lagi gendong anaknya. Padahal udah kepo banget. Kangguru ini juga pemakan daun dan rerumputan ya, ternyata. Ekornya gede ternyata ya bo, kayak ekor tikus tapi k=gede banget. Klo diliatin, agak horor jg sih. Ga berani pegang, pastinya. Daan, sama seperti polar bear yang “lagi diet”, si kangguru juga kurus-kurus banget. Musim panas begitu semua kali yaa..

This slideshow requires JavaScript.

Penutup kunjungan kami di Higashiyama Zoo adalah pertunjukan ala ala kamen rider. Ada boneka imut berwarna pink bernama pero pero. Ada boneka berhelm berwarna biru bernama “Buru” yang diadaptasi dari bahasa Iggris “Blue”, tapi orang jepang mengucapkannya bu-ru. Ada 2 kesatria perempuan mirip Gogle Five. Ada kesatria pelangi. Juga ada para penjahat dan monster yang mirip kuman. Mereka menampilkan pertunjukan berantem-beranteman yang ada pesan moralnya tentang bagaimana pentingnya menjaga kesehatan di musim panas. Kata Bayan pertunjukan itu omoshirokatta! Artinya, menarik banget. Dia sampe nungguin supaya bs nonton 2x bo! Tapi, di belakang kami ada anak jepang yang teriak “Omoshirokunai, kowakatta!”. Artinya, ga menarik, takuut! hahaha, dasar anak-anak yaah.

This slideshow requires JavaScript.

Begitulah main-main kami di kebun binatang tahun ini. Seruuu!

“Zoo: An excellent lace to study the habits of human beings” –Evan Esar

higa 13

 

Amelia Piliang, Ibu beranak dua yang tinggal di Nagoya, Jepang.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s