Kulit Si Tuan Kentang

Salah satu makanan favorit Kakak adalah kentang. Sumber karbohidrat yang umumnya berbentuk bulat ini dapat digoreng, dipanggang bersama keju, dibuat keripik, atau dibuat perkedel kentang. Enaak!

kentang 4
Makanan simpel favorit Kakak dan Adik: Kentang keju. Oishii!

Saat membantu Bunda mengupas kentang, si Kakak melihat ada bagian yang berbeda pada permukaan kentang.

“Bunda, ini apa?” tanya Kakak sambil menekan-nekan bagian berwarna kehitaman dan berbentuk seperti titik pada permukaan kentang.

kentang 3
Mata tunas pada kentang. Photo credit

“itu namanya mata tunas, Kak”

“mata? jadi dia bisa lihat kayak kita, Bun?”

Bunda tersenyum kecil, kemudian menjelaskan “Itu cuma namanya aja “mata”, Kak. Karena bentuknya kayak titik mata, jadi orang-orang menyebut titik hitam itu sebagai mata. Mata tunas sebenarnya adalah kuncup yang nantinya akan berubah menjadi daun atau batang. Mata tunas ini ada banyak di kulitnya di Tuan Kentang”

“berubah?” Kakak menggaruk kepalanya, masih kebingungan dengan penjelasan Bunda”

“Kakak mau lihat bagaimana mata tunas ini tumbuh?”

“iya, Bun. Kita ngapain nih, Bun?”

“Pertama, kita cari “rumah” untuk Si Tuan kentang ya, Kak. Kita letakkan aja di pot tanaman. Nanti kita biarkan mata tunas itu tumbuh dan besar di dalamnya, Kita harus tunggu agak lama ya, Kak. Mungkin sekitar 20 hari ”

“Siaap, Bun!”

“Coba Kakak tekan-tekan. Apa kulit kentang ini keras?”

“He eh”

“Apa kulitnya berkerut?”

“Engga. Emang nenek ya, berkerut?” tanya Kakak sambil tertawa. Bunda hanya menjawab dengan senyuman.

“Ada berapa mata tunas yang ada di kentang tersebut, Kak?”

“Hmm, ini satu, dua, tiga.. Ada empat, Bun”

***

Hampir setiap hari si Kakak mengamati kulitnya Tuan Kentang. Hari pertama, hari kedua, hingga berlalu sepuluh hari, tunas belum juga muncul. Setelah tiga minggu, tunas kentang pun muncul. Sebuah daun berwarna hijau muda.

“Bun! lihat! itu apa bulat-bulat?”

“Waah, itu tunas daunnya mulai muncul Kak”

kentang 1
Tunas pada kentang sudah mulai muncul. Omoshiroi!

“Tunas apaan Bun?”

“Begini Kak. Sekarang Kakak kan sudah besar, sudah 5 tahun. Kakak sudah tinggi. Kaki Kakak bertambah panjang dibanding dulu saat masih bayi. Rambut Kakak juga ga botak seperti dulu, sekarang sudah panjang. Begitu pula dengan tanaman. Saat dia masih menjadi “bayi tanaman”, tubuh kecilnya disebut tunas. Tubuh kecil tanaman itu disebut kuncup atau tunas,”

“Oh begitu ya Bun? Waah ternyata tanaman waktu masih bayi namanya tunas ya Bun,”

“Iya. Awalnya, dari mata tunas akan muncul tunas daun. Tunas daun ini akan tumbuh menjadi daun muda. Setelah itu, batang muda dan akar akan keluar dari umbi kentang ini.

“Umbi?”

“Iya, bulatan kentang ini namanya umbi, Kak. Coba sekarang Kakak pencet lagi umbinya. Masih keras kayak kemarin dulu ga?”

Kakak menekan-nekan umbi kentang.

“Agak lembek Bun”

“Keriput ga?”

“Haa? Keriput, kayak nenek-nenek? Emang ada nenek kentang?”

Bunda dan Kakak tertawa geli. Setelah itu, Bunda menjelaskan apa makna keriput pada kulit kentang.

“Kak, untuk tumbuh besar, kita butuh makanan. Kakak sarapan saat pagi, juga makan siang dan malam. Itu semua membuat kakak sehat dan tumbuh besar. Nah, kalau tanaman kentang ini makannya dari umbinya itu. Dia “sedot” makanan dari umbinya,”

“Aku ga lihat sedotan”

“Hahaha! sedotannya ga keliatan, Kak. Maksud Bunda, makanan untuk tunas kentang, dia ambil dari umbinya. Nah, karena makanannya dia makan terus berkurang, kulitnya jadi berlipat-lipat atau berkerut.”

“Iya Bun, emang keriput yaah!”

“Halo Nenek Kentang, namaku Bunda. Ini anak pertamaku, si Kakak!” sapa Bunda kepada umbi kentang.

***

Bunda, bayi tanaman disebut tunas. Tunas adalah bagian tumbuhan yang baru tumbuh dari kuncup yang berada di atas permukaan tanah. Tunas dapat terdiri dari daun muda dan batang muda. Tunas relatif lebih lunak daripada bagian tumbuhan yang sudah tua. Tunas adalah tumbuhan muda yang mulai mengalami pertumbuhan. Karena itulah jaringan di sekitar tunas aktif membelah.

kentang 2
Waah, daun mudanya mulai tumbuh dari mata tunas 🙂 photo credit

“Look at that moon. Potato weather for sure.” ~ Thornton Wilder

perpus nagoya 4

 

Amelia Piliang, ibu dua anak yang senang membaca dan bercerita

#ODOPfor99days

#day69

Gambar feature dari sini

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s