Hinamatsuri: hari anak perempuan di Jepang

Seperti biasa, setiap hari Senin (tiga hari lalu, red.) ada diskon 10% di Konomiya, supermarket deket rumah. Awalnya ga ada yang berasa spesial, eh pas pintu otomatis kebuka tiba-tiba dengar lagu dengan nada yang familiar di telinga saya. Yap! Lagu ini sudah hampir seminggu dinyanyikan Bayan. Ternyata, judulnya Ureshii Hinamatsuri, artinya festival boneka, menyenangkan. Liriknya seperti ini kurang lebihnya,

“Akari o tsukemashou bonbori ni/Ohana o agemashou momo no hana/Go nin bayashi no fue taiko/Kyo wa tanoshii Hinamatsuri”

Artinya apaah?

“Mari menyalakan lentera/Mari memberikan bunga, bunga persik/Lima pemain musik memainkan suling dan drum/Hari ini Festival boneka yang menggembirakan”

pengen tau lagu hinamatsuri? cekidot link ini ya..

Beginilah tanggal 3 Maret, hari anak perempuan di Jepang. Menjelang hari ini masyarakat Jepang menunjukkan perhatian dan kasih sayang mereka pada anak perempuan mereka. Caranya dengan merayakan festival boneka atau Hina Matsuri. Berbeda dengan festival lainnya, hina matsuri tidak dirayakan besar-besaran. Perayaan ini lebih merupakan acara keluarga di rumah dan hanya dirayakan keluarga yang memiliki anak perempuan.

Cobalah berkeliling jepang. Mulai pertengahan Februari hingga tanggal 3 Maret banyak tempat memajang Hina Ningyou. He eh! Itu adalah boneka princess dan prince dengan pakaian kimono lengkap. Boneka ini biasanya dipajang dalam posisi duduk.

hina-matsuri-dolls-display-big
O dairi sama (kiri) dan o hina sama (kanan). Photo credit

Pertama kali saya melihat boneka ini di klinik dokter. Tidak biasa boneka tersebut ada di sudut di depan meja resepsionis. Dari seorang kawan, saya tahu itu adalah boneka Hina. Boneka itu dibelikan orang tua untuk anak perempuannya. Hina Ningyou dipajang orang Jepang sejak februari hingga tanggal 3 Maret. Tujuannya, selain untuk menunjukkan kasih sayang, juga agar enteng jodoh, katanya. Mereka meyakini boneka tersebut sebagai simbol kebahagiaan putri mereka nanti saat dapat melangsungkan pernikahan yang baik. Apaah? Kamu percaya? Saya tidak, tentunya. Karena begitu spesial, boneka ini berharga sangaaat mahal. Uniknya lagi, mereka percaya kalau boneka tersebut tidak boleh dipajang sepanjang tahun. Setelah tanggal 3 Maret boneka itu harus disimpan, supaya ga berat jodoh, kata oh katanya. Mereka juga percaya bahwa jika terus dipajang boneka ini akan menyerap roh-roh jahat dan nasib sial. Kamu percaya? Saya tidak doong! Hehe..

Sekolah anak saya juga merayakan perayaan tersebut. Sejak pertengahan februari, anak saya sudah menyanyi lagu festival tersebut di rumah. Tentu diajarkan guru sekolahnya. Mereka membuat boneka o dairi sama (prince) dan o hina sama (princess) versi mereka sendiri. Kemudian, para orang tua diberi jadwal agar dapat meluangkan waktu mereka melihat karya anak-anak.

12781965_10205656011153735_1460507809_n
anak-anak antusias membuat hina ningyou versi mereka. Mukanya Mari Chan seriuus banget yaah! hehe! Tampak orang tua salah satu murid sedang melihat karya anak-anak.
12788221_10205656014553820_367163626_n
Ini boneka o dairi sama (biru) dan o hina sama (pink) versi anak saya, Bayan. keliatan banget kan? Klo perempuan ada bulu matanya? haha!

Saya sendiri, karena bukan orang Jepang, diberikan kesempatan spesial oleh guru anak saya untuk melihat sepaket pajangan Hina Ningyou. Sambil dijelaskan mengenai posisi boneka yang mereka pajang. Boneka diletakkan di atas panggung bertingkat yang disebut dankazari (tangga untuk memajang). Panggung dankazari diberi alas selimut tebal berwarna merah yang disebut hi-mōsen.

12788154_10205656014513819_170149236_n
Bayan, mejeng di depan  dankazari

Paling atas, tampak Princess dan Prince lagi mejeng memakai kostum pernikahan zaman Heian. Topi dan mahkota yang dikenakan tinggi banget euy. Tangga kedua, ada boneka para putri istana membawa peralatan minum sake. Tangga ketiga diisi para pemain musik. Waah! Persis seperti di lagunya yaah! Tangga ke empat dihuni boneka mentri kanan (udaijin) dan mentri kiri (sadaijin). Boneka mentri kanan digambarkan masih muda, sedangkan bonek mentri kiri tampak jauh lebih tua. Tangga kelima, saya ga tau itu apa, lupa nanya. Hehe! Karena saya lebih tertarik dengan bunga yang dipajang di kanan kirinya yang ternyata adalah sakura dan mikan (jeruk). Tangga ke enam, miniatur hadiah pernikahan yang banyaak bingits. Iyalah, kerajaan getho loh! Dan tangga paling bawah diisi alat transportasi keluarga raja.

Apakah kamu menemukan hidangan istimewa di tengah dankazari? Gyaa! Itulah hishimochi. Beda loh ya dengan kue mochi untuk tahun baru. Hishimochi berbentuk belah ketupat dengan 3 lapis warna. Dari atas ke bawah, pink, putih, dan hijau. Warna kue ini melambangkan pemandangan awal musim semi ketika rumput-rumput muda mulai tumbuh. Di bawahnya tampak sisa-sisa salju yang mencair sementara pohon persik (ume) mulai berbunga. Selain kue cakep hishimochi, orang jepang biasa menikmati hinamatsuri dengan berbagai penganan tradisional, yaitu kue hikigiri, snack hina arare, sup bening dari kaldu ikan tai atau kerang, serta chirashizushi. Sebagai pelengkap, mereka juga menyediakan sake putih yang dibuat dari fermentasi beras dengan mirin atau shoochuu, dan kojii.

3286208_648f700ae3_m
Hishimochi, hidangan istimewa di hinamatsuri. Photo credit

Begitulah pemandangan Jepang di awal Maret yang khas perayaan Hinamatsuri. Ya, di awal musim semi ini boneka Hina tampak dipajang dimana-mana. Di klinik, supermarket, di rumah-rumah, bahkan di toko kain tempat saya belanja kain jepang pun ada boneka hina versi Mickey Mouse. Hahaha! Ampun dijee, kawaii!

12822212_10205656039194436_665845033_n
Dan, Mickey plus Minnie pun berdandan ala ala hinamatsuri #cubitpipi

“Any fool can know. The point is to understand.” –Albert Einstein

12767276_10204378532503270_1065773871_n

 

Amelia Piliang, penulis yang juga senang berjualan makanan balado dan kain Jepang. Ibu dari dua anak. Istri dari mahasiswa yang juga peneliti ionosfer.

#ODOPfor99days #day44

featured image dari sini

Advertisements

6 thoughts on “Hinamatsuri: hari anak perempuan di Jepang

  1. Seru ya di Jepang banyak sekali perayaan yang keren. Pernah dapet oleh-oleh dari senseiku isinya sih kacang mix gitu tapi kemasannya mirip boneka perempuan. Menurut beliau baru saja ada perayaan anak perempuan hii..hi..lucu

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s