Welcome (another) Snow!

Nyambung tulisan kemarin tentang salju. He eh! Masih ribut sama salju-saljuan. Emang masih norak sih ya, soalnya emang ga pernah liat hehehe!

Setelah Rabu lalu kurang puas bermain salju karena cepat banget cairnya. Yup! Perpaduan salju dan hujan di waktu yang berdekatan memang membuat main salju jadi ga asik lagi. Karena ternyata eh ternyata yang kami lihat sebagai benda putih dan halus seperti kapas itu ga lama umurnya. Beberapa jam kemudian yang tampak adalah tumpukan es batu di pinggir-pinggir rumah. Es batu, ya es batu persis seperti yang kita lihat di freezer. Dingin, kering, keras. Boro-boro dibikin snowman, yang ada cuma udara dingin yang terasa di ujung jari aja.

Namun, masih rezeki euy! Ada salju lagi. Sabtu lalu tipiiis banget, cuma kebagian “lewat” aja di depan wajah kita. Pas butiran saljunya sampe ke tangan, malah terasa seperti hujan yang dingin aja. *penonton kecewa

Nah, hari minggu malam buya Bayan memberitakan (ceileee! Bahasa gue!) kalau jam 3 Senin pagi ini bakalan turun salju lagi. Daaan, karena semalaman dua bocah tidurnya riweuh bin ribut aja nyari kehangatan badan emaknya, feeling kuat eike mengatakan, “Banguun! Another snow will coming!”

Taraaa! Beneran euy, salju! Yuki da!

salju 4.jpg
Jam 4 pagi, langit masih gelap karena subuhnya jam 05.43 JST. Salju udah nempel di pagar balkon rumah kami. Brrrr! Dingiiin!

Pertanyaan yang baru kepikiran saat ngerasain salju minggu lalu adalah, “Kenapa salju itu ga turun tiap hari selama musim dingin ya?”

Dulu, kebayangnya, kalau musim dingin itu pasti dimulai awal Desember. Udara adem musim gugur mulai berganti menjadi makin dingin, tapi ga jauh-jauh dari sepuluh derajat. Kemudian, makin dingin-makin dingin hingga mendekati nol derajat. Saat inilah salju datang berhari-hari karena udara terus dingin hingga di bawah nol derajat. Ini terjadi sekitar akhir Desember sampai Awal Februari. Yup! Saya kepikiran bakalan sekitar sebulanan ditemani si putih bin lembut bernama salju. Begitulah teori yang eike bikin sendiri hahaha!

Tapi ternyata eh ternyata, salah besar saudara-saudara! Salju berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan itu ternyata hanya dinikmati teman-teman yang tinggal di kawasan utara Jepang, terutama di Pulau Hokkaido (北海道). Pulau “rumahnya” suku Ainu (dipercaya sebagai suku bangsa asli Jepang, red.) ini, ibukotanya bernama Sapporo. Pernah denger dong pasti ya, di pelem-pelem drama Jepang? Di sinilah kita bisa menikmati Yuki Matsuri (Festival Salju) paling hits di Jepang, sekitar bulan Februari 2016. Kita bahas ini nanti tersendiri yaaah! #azeeek

Nah, berbeda dengan di Hokkaido, di Nagoya salju jarang turun. Jadi di Nagoya, kami memang lebih sering menikmati dendeng tanpa sambal, hehe salah deng, winter tanpa salju. Dingiin sampe kulit pada pecah dan tulang pada nyeri, tapi ga ada salju. Sedih banget kaan? Sediiiih bin menyedihkan banget! #lebay

Jadilah saya penasaran, kok gitu iih, ga adil ini namanya! Pasti ada penjelasannya dong, Mak. Gimana sih di suatu daerah salju bisa turun, sedangkan di Nagoya cuma kadang-kadang aja?

Dari yang eike baca, salju umumnya terbentuk ketika UAP AIR BERUBAH LANGSUNG MENJADI ES tanpa terlebih dahulu menjadi cair. Cateeet! Uap air berubah langsung menjadi es, yaah! Nah, proses ini dikenal dengan istilah deposisi. Ketika di awan sana suhu udara kurang dari 0°C, kristal es pun tercipta. Kristal-kristal es ini bertabrakan satu sama lain dan bersama-sama “berpegangan” hingga cukup berat untuk jatuh ke tanah sebagai butiran salju. Tapi, eh tapi, terkadang butiran salju ga “sukses” jatuh ke tanah. Saat bertemu udara yang lebih hangat di bawahnya yang suhunya lebih dari 2°C, ia mencair dan jatuh sebagai hujan es. Dan jika lebih hangat lagi dari itu, butiran tersebut akan jatuh sebagai hujan.

salju 1
Beginilah salju terjadi versi ensiklopedia punya Bayan. Karena bukunya anak kecil, hurufnya hiragana jd masih bisa nanya Mbah Google hehe!

Mungkin inilah yang seringkali terjadi di Nagoya, ya… Nagoya kan ada di Jepang Tengah, dekat pelabuhan pula. Jadi kami seringnya hanya mengalami dingin-dingin empuk aja, tanpa salju. Berbeda dengan Hokkaido yang ada di utara. Matahari yang menyinari Bumi yang berputar dengan kemiringan 23,5°, membuat kawasan di bagian utara Jepang tersebut kekurangan “sinar penghangat”. #soktau

Pertanyaan eike selanjutnya, “Gimana sih bentuk kristal salju sebenernya? Apa bener kayak yang nempel-nempel di baju Elsa Frozen?” Cekidot gambar ini, Mak!

salju 2.jpg

Masih inget kan tadi eike bahas apaan, Mak? Butiran salju terbentuk dari kepingan salju yang “berpegangan” satu sama lain. Setiap kepingan salju punya enam sisi dan terbuat dari sekitar 200 kristal es. Wow! Bentuk kristal ini ternyata macem-macem lho, Mak! Ada prisma, piring heksagonal, atau bintang.

salju 3
Di alam, kristal es bisa turun dengan lembut seperti pasir, makin tebal makin tebal sehingga membentuk seperti kulit, atau bisa juga turun sebagai kristal es yang mengeras kayak di kulkas hehe!

Nah, ngemengin salju juga perlu tau istilah terkait salju, Mak. Biar gaul bin kekinian getho! Pernah denger “dry snow” dan “wet snow”? Istilah ini ternyata terkait ukuran serpihan salju, Mak. Haaa? Diukur-ukur segala? Hihi! Iya, Mak! “Dry snow” terjadi kalau cuaca berangin. Cuaca yang berangin membuat uap air di sekitar atmosfer jadi kering, alias kurang air. Yup! Persis seperti tepung yang kurang air, Mak. Udara kering akibat angin membuat “bubuk” salju tidak menempel satu sama lain. Katanya sih, “dry snow” ideal untuk main olahraga salju, tapi kurang asik buat foto-foto. #halaaah

photo credit (ki) dan (ka)

Trus, apa itu “wet snow”? Saat suhu sedikit lebih hangat dari 0°C, di sekitar bagian tepi kepingan salju akan mencair sehingga bisa tetap bersama-sama “berpegangan” satu sama lain. Hal ini membuat ukuran butiran salju jadi semakin besar dan berat. Akibatnyaaa? Taraa! “Wet snow” pun tercipta dan kita bisa menikmati waktu membuat snowman bersama keluarga. #azeeeek

Nah, satu lagi pertanyaan di kepala eike yaa… Kenapa salju itu putih? Engga, Mak, eike ga nanya kenapa putri salju putih. Sumpah, eike ga iri sama Putri Salju, Mak! Yang eike penasaran itu, KENAPA SALJU WARNANYA PUTIH? Ternyata cerahnya warna salju (yang tampak oleh mata kita sebagai warna putih) terjadi karena benda lembut ini memantulkan semua cahaya. Jadi sementara benda-benda alam lainnya mendapatkan warna hijau, merah, atau kuning dengan cara menyerap cahaya matahari dengan panjang gelombang tertentu, salju justru terjebak dengan warna putih karena memantulkan cahaya. Naruhodo ne?!?

salju 5
Jam 6 pagi, beberapa menit setelah subuh. Langit dan tanah sama putihnya. Tanoshikatta!

Bersyukur ya, tahun ini kita bisa lihat salju beberapa kali. Sepanjang jalan berangkat sekolah bikin jalanan garet-garet bekas roda baby car. Sampe di sekolah bisa bikin yuki daruma alias boneka saljo alias snowman. Olaaaf! olaaf!

Happy snowy day!

Sumber bahan bacaan:

http://www.weatherwizkids.com/weather-winter-storms.htmhttp://easyscienceforkids.com/how-is-snow-made/http://www.metoffice.gov.uk/learning/snow/how-is-snow-formed

IMG_2935

 

Amelia Piliang, ibu dua anak yang sedang deadline naskah buku pertanian dan perikanan, hehe!

#ODOPfor99days #day16

another blog kangen nusantara dan mamatachi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s