Kenapa Minyak dan Air Musuhan?

Seperti biasa, setiap malam sebelum tidur Saya mendongengkan bocah-bocah. Kadang kami membaca kisah nabi di Muslim Kecil Page, membaca buku dongeng dari berbagai negara, atau buku apapun yang diinginkan Bayan atau adiknya. Malam kemarin buku bacaan dipilih oleh Bayan. Dan, doski minta dibacain buku seri Confidence in Science yang berjudul “Ke Mana Gulanya Menghilang?”

Alkisah, ada seorang anak bernama Byun yang pulang sekolah, kelaparan, kemudian di ajak ibunya membuat pancake yang lezat. Byun membantu Ibu mulai dari menimbang bahan-bahan untuk membuat kue, membuat adonan kue dan sirup pancake, dan sebagainya. Nah, saat Byun hendak menuangkan air ke dalam panci, tidak sengaja ia menumpahkan air ke kertas resep. Byun takut air akan membuat tinta pada kertas tersebut menyebar sehingga tulisannya tidak kelihatan lagi, tapi ternyata tidak.

“Tentu saja, Byun. Karena Ibu menggunakan pulpen permanen. Tintanya berbahan dasar minyak. Minyak tidak bercampur dengan air,” Bunda membacakan penjelasan Ibunya Byun ke anaknya.

“Jadi gitu ya Bayan, minyak ga temenan sama air. Mereka teman yang suka marahan,” jelas Bunda mengulang penjelasan Ibunya Byun.

Dengan wajah bingung, Bayan tetap membiarkan Bunda membaca kisah Byun dan Ibunya sampai akhir cerita. Saat itu Byun dan Ibunya  memakan pancake buatan mereka dengan lahap.

“Kayaknya enak ya Bayan, pancake buatan Byun. Bunda juga mau,” curhat Bunda.

Wajah Bayan masih tampak merengut.

“Bayan kenapa?”, tanya Bunda.

“Kenapa minyak ga mau temenan sama air, Bun?”, air mukanya tampak kuatir banget dengan pertemanan minyak dan air hahahaha :-p

minyak air.jpg
Gambar ini yang bikin Bayan menjadi galau. Dia ga suka sama fakta kalau minyak ga mau temenan sama air. 

“Oooo, Bayan masih mikirin itu?”

“Iya, Bun”

“Hmmm gini Bayan. Minyak dan air itu ternyata punya teman yang beda. Minyak sukanya berteman dengan lilin dan bensin. Air sukanya temenan sama gula dan garam. Sama kayak Bayan, kan lebih suka main sama Yoga-kun dan Chika-chan, daripada sama Nene-chan dan Rin-chan, kan?

“Iya, tapi kadang aku suka main sama Rin-chan sih”

“Oooh gt ya? Alhamdulillah, Bunda seneng sama anak yang suka berteman. Oya, berarti beda ya Bayan. Kalau minyak sama air emang bener-bener ga suka berteman. Dia musuhan!”

“Haaa? Musuhan Bun?”

“Iya, sebelum bobo kita liat dulu ya, gimana air dan minyak “musuhan””

Bocah pun segera bangun dari tempat tidurnya. Wajahnya sumringah. Sementara, niat bobo tertunda dulu hehe…

“Bayan tolong ambilin gelas, terus tuang deh air ke dalamnya.”

Si Kakak pun mengerjakan tugas besar yang diminta Bunda hihihi!

“Terus, tuang minyak ini ke dalam gelas itu juga. Apa yang Bayan lihat?”

“Minyak sama air”

“Iyalaaaah! Maksud Bunda, minyak sama airnya nyampur ga?”

“engga, Bun”

“Airnya yang mana, minyak yang mana?”

“Ini air yang di bawah, minyak di atas,”

“Siiiip! Sekarang aduk deh pake sendok.”

Bayan mengaduk cairan yang ada digelas menggunakan bantuan sendok.

“Waaah! Ga mau ya Bun? Ga mau nyampur dia”

Bunda mengangguk mendengar opini Si Kakak.

“Sekarang pake gelas yang beda deh Bayan. Coba kita masukkan gula ke dalam air, gimana jadinya ya Kak? Gulanya di atas atau di bawah, Kak?”

“Di bawah, Bun! Tuh liat tuuuh!”

“Coba aduk pake sendok, deh

“Iiiiih ilang Bun, gulanya!”

“Waaah magic yaaa? Itu artinya gulanya larut di dalam air Bayan. Mereka temenan dan nyampur jadi satu: AIR MANIS”

“Kalau minyak sama air?”

“Minyak sama air ga mau temenan, jadi mereka yang akan misah terus. Minyak di atas, air di bawah”

“Ahhhh, masak gitu Bun? Ga mau temenan?”

Bayan penasaran, mencoba lagi mengaduk minyak dan air menggunakan sendok.

“Hmmmm, ternyata ga bisa ya Bun! Ga mau temenan, sukanya berantem aja.”

“Iya Bayan. Inget kan tadi Bunda bilang, minyak sukanya temenan sama lilin dan bensin. Kalau air sukanya temenan sama gula dan garam,”

“Wah, ga bagus ya itu mereka ga temenan begitu,” kata Si Kakak. à ga terima fakta minyak sama air musuhan hihihi!

**********

Mak, minyak dan air memang “nasibnya” musuhan. Mereka akan musuhan selamanya. Haaa? Kenapa? Apa mereka ga mau jadi “anak baik-baik” yang suka temenan satu sama lain? Hehehe, ternyata begitulah “nasib”-nya minyak dan air. Allah menciptakan keduanya dalam geng yang berbeda. Minyak bersama bensin dan lilin berada dalam geng non polar, artinya ga punya kutub (ujung-ujung) bermuatan listrik. Sebaliknya, air, gula, dan garam berada dalam geng polar, artinya mereka bisa bermuatan listrik.

Terus, gimana? Begini, Mak. Suatu zat bisa larut satu sama lain itu didasarkan sama teori like dissolve like. Apaan tuh?  Senyawa polar hanya akan larut dalam senyawa polar. Senyawa nonpolar akan larut dalam senyawa nonpolar. Jadi, senyawa polar ga bakalan larut dalam senyawa nonpolar. Bingung? Mak, geng nonpolar cuma mau temenan sama sesamanya, begitu juga geng polar sukanya “main” dengan sesamanya aja. Itulah nasib air dan minyak. Berantem ajaaah #tepokjidat

Cekidot lagi penjelasan eike ya, Mak. Kalau sebuah zat bisa larut dalam air maka zat itu ga bakalan larut dalam minyak, begitupun sebaliknya. Jadi, bisa ga gula larut dalam air dan minyak? GA MUNGKIN lah yaooo! Cobain aja kalau ga percaya. Hihihi!

Itulah yang kami lihat saat memasukkan minyak ke dalam gelas berisi air. Minyak akan selalu ada di bagian atas, mengambang di atas air. Agar lebih mudah mengamatinya, Bunda menggunakan minyak jelantah yang warnanya lebih gelap daripada air.

gelas mix minyak-air.jpg
Sekalipun kamu mengaduk cairan berisi air dan minyak kencang-kencang, tetap aja mereka musuhan.

Berkebalikan dengan minyak dan air yang selalu “musuhan”, gula suka bingits temenan sama air. Karena gula termasuk geng yang sama dengan air, pastinya gula seneng kalau dilarutkan dalam air. Cekidot gambar ini ya, Mak.

gelas mix gula-air.jpg
Gula suka banget temenan sama air, makanya dia mau larut dalam air.

Ini lho yang terjadi kalau gula dimasukkan ke dalam gelas berisi air. Gula bakalan pengen deketin air, trus air membasahinya, dan membungkus (mengelilingi)-nya. Kemudian, dia ngomong sama gula, “Temenan ya kita, salaman ya, pegangan aku ya, Teman,” kata air. Nah, saat air udah “salaman” dan “pegangan sama gula” gula pun larut ke dalam air #azeeeek #jogethawaii

Jangan lupa, untuk menegaskan bahwa gula sudah larut dalam air, ajak bocahnya untuk meminum air gula itu ya, Mak. “Maniiiis!”, kata Bayan. Yap! Persahabatan juga manis ya, Nak!

“We might be oil and water. This could be a big mistake. We might burn like gasoline and fire, but it’s a chance we’ll have to take.”—Thompson Square

bunda-bayan

 

Amelia Piliang, ssalah satu bukunya yang telah terbit adalah buku Rangkumang Biologi SMP yang berbahasa gaul. Diterbitkan oleh penerbit Gagasmedia. Kamu udah beli buku itu?

 

#ODOPfor99days #day11

Another blog, kangen nusantara dan blog barengan teman-teman di Jepang: mama tachi

Gambar feature dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s