LUKISAN AIR: balita belajar kondensasi

Udara dingin, pagi-pagi buta perut kami sudah keroncongan minta diisi. Berhubung ada bahan batagor sisa kemarin, Bunda pun membuatnya lagi. Saat sedang mengukus batagor, mata Bunda tertuju pada kaca jendela.

batagor.JPG
Apa yang terjadi saat batagor dikukus? sumber gambar ada di sini

“Wuuuih, Bayan! Liat deh, kacanya berembun!”
“Enaknya nulis di kaca nih!”
Sang gadis senyam senyum, ambil kursi, langsung ngibrit nulis di kaca.

“IBu — BUYA — ^<#^{>}$£>$%\^#\”
Bocah 4,5 tahun ini mulai mengeja sambil membuat tulisan di kaca. Setelah itu, ia melanjutkan dengan membuat gambar-gambar seru sambil ngikik tertawa sendiri.

kondensasi.jpg
Saat jendela “berkeringat”, saatnya membuat lukisan aiirrrr!

“Eh jendelanya kenapa beruap ya?”, Bunda coba memancing pengetahuan anak gadisnya.
“Ga tau, Bun”
“Soalnya udara di luar lebih panas dari di dalam,”  Buya membantu menjawab
“Iya, karena dingin kan jendelanya ditutup semua, trus kan Bunda lagi kukus batagor yaa”, Bunda sok-sokan me nambahkan pengetahuannya.

“He eh itu namanya kondensasi” , jawab Buya lagi.
Mendengar pembicaan Bunda dan Buya, wajah Bayan kelihatan bingung, jaka sembung alias ga nyambung.

“Hmm, sini Bayan” jelas Buya menanggapi wajah bingung anaknyasambil membuka jendela.
“Coba rasain ini udara di luar”
“Dingiiiiin!”
Kemudian, Buya menutup jendela.
“Nah, sekarang rasain udara di dalam rumah, dingin ga?”
*Bayan geleng-geleng*
“Hangat!”

Setelah diskusi, Bayan lanjut bermain origami. Katanya, Bayan mau mengajarkan Bunda cara membuat kipas, hihi! Sedang asik-asiknya membuat kipas, Bunda melihat lagi ke arah jendela. Dan, ternyata…
“Bayan, tulisan yang Bayan bikin di kaca tadi mana?”
“Hah! Mana ya? Ilang bun!”
“Wah, kemana Ya?”

Bunda pun segera mengecek ke dapur. Ternyata, kompor masih menyala, asap pun masih keluar dari balik panci pengukus batagor.
“Oooo, itu lho Bayan. Kan di dalam apato (tempat tinggal, rumah, red.) kita terasa hangat karena kompor masih menyala. Nah, di luar udaranya dingin banget, jadi uapnya muncul di jendela”
“Karena jendela adalah batas udara dingin dan panas, kaca jendela jadi berembun deh. Naaah, embun baru itulah yang menutupi tulisan yang udah Bayan buat tadi”
“Oh iya ya, Bun. Asiiiik!”

Tiba-tiba, bocah itu mengambil kertas warnanya..

“Eh, Bayan bikin apa itu?”
“Olaf bun”
“Jangan pake lem ya, Bayan, nanti jendelanya rusak”
“Yaaah, bunda lupa ya, kan bisa nempelin kertas pake air,” –> di-skak mat sama bocah
“O iya yaa.. Air bisa jadi “lem” ya, Bayan”

Daaan, percakapan seru pun berlanjut terus hingga menjelang siang.

*****************

Kondensasi adalah peristiwa pengembunan, yaitu saat suatu zat (dalam hal ini air) berubah fasa dari gas menjadi cair. Saat udara malam yang dingin berganti menjadi udara hangat di subuh hari, terjadi kondensasi. Kita melihatnya sebagai embun yang seringkali menempel di dedaunan. Emak-emak zaman dulu sering menggunakan embun yang dingin ini sebagai stimulan bagi tulang dan otot bayi, yakni agar sang bayi cepat berdiri atau berjalan.

Naaah, selain  itu kondensasi juga bisa terjadi ketika kelembapan udara terlalu berlebihan dalam suatu ruang tertutup. Kelembapan udara yang berlebihan karena Bunda mengukus batagor inilah yang membuat kaca jendela jadi berembun. Banyaknya pengembunan berbanding lurus dengan banyaknya udara hangat dalam ruang (ceileeee, bahasa guee!) Maksudnya apaah? Begini, Mak. Makin banyak udara hangat yang timbul akibat Bunda mengukus batagor (sementara semua pintu dan jendela ditutup) maka semakin banyak pula uap air yang dihasilkan. Jadi, semakin banyak pula pengembunan yang terjadi pada permukaan kaca #azeeek

MengukusIwelIwel.jpg
Saat Bunda mengukus, perhatikanlah tutup panci juga berkeringat loh! gambar dari sini

Truus, kenapa air yang mengembun di kaca jendela juga bisa membuat kertas origami Bayan menempel pada kaca? Oooh, itu daya tarik partikel, Mak. Air dapat menempel di kaca karena molekulnya saling tarik satu sama lain. Itulah juga yang membuat air dapat melakukan gaya saling tarik dengan kertas origami sehingga seolah-olah kertas origami menempel dengan bantuan air.

Untitled.jpg
Saat molekul air “berpegangan” pada kertas, itu namanya adhesi, Mak! yakni gaya tarik antara dua partikel yang berbeda. Begitu juga air dengan kaca, namanya juga adhesi. Di sinilah air berfungsi sebagai “lem” yang bisa menempelkan kertas ke kaca. Sumber gambar di sini

Sains ga serem kaaaan?

bunda

#ODOPfor99days #day6

Amelia Piliang, emak rempong yang pernah juara 1 dalam Sayembara Buku Pengayaan SD kelas rendah tahun 2008 yang diselenggarakan oleh Kemdiknas saat itu. Bukunya berjudul “Mengenal jajanan:buku cerdas yang membuatku ingin tahu”

 

another blog kangen nusantara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s