Amazing Leaf

#latepost

Musim gugur, matahari “malas” bersinar terlalu lama di siang hari. Doski baru nongol sekitar jam setengah enam pagi, tapi udah pamit mundur aja jam setengah lima sore. Jadinya, kalau tetiba sore hari bocah pada minta main ke taman Bundanya kerepotan deh, takut maghrib duluan.

Sore-sore, Bunda jalan ngebut ke arah taman bawa satu bayi dan satu balita. Perlengkapan main pasir siap, cemilan siap, baju ganti bayi siap. Biar dingin di belasan derajat, habeeeg aja dah!

Sampe di taman, kami main, seru-seruan. Tiba-tiba, Bayan teriak.
“Bundaaaa! Daunnya pink! Bagus banget, Bayan kumpulin aahhh biar Buya tau”
“He Eh” bundanya ngangguk-ngangguk aje deeh.
“Eh, bun.. Ini ada yang lebih cantik. Lihat ini satu daun warna warni” –> maksudnya gradasi, Sodara-sodara J
“Aaah, liat d sana Bayan. Itu lho pohonnya, daunnya lagi pada jatoh ituuuu”
“Waaaah!”

IMG_1887.JPG
Dari dedaunan yang tumbuh di taman atau halaman rumah, kita bisa mengeksplorasi bentuk dan ragam warnanya

Si bocah pun lari-lari, takut kehabisan daun kali yeee wkwkwkwk

Tiba-tiba, mata bunda menerawang jauuh (lebay!)

“Eh, Bayan. Bunda juga ikutan yaaah!”

Bunda pun ikutan mengumpulkan daun.

“Bun, daun yang Boleh diambil yang jatoh aja, jangan dipetik, disayang aja tanaman itu” –> ketauan bocah, diskak mat :-p
“Iyaaa deh”

Ga berapa lama, tampak 3 orang anak SD Jepang yang sejak tadi mencuri-curi pandang datang, kemudian datang meng-interview kami,

“Nan sai desuka?” –> Artinya berapa tahun umurnya?
“Akachan issai, oneechan yon sai” –> yang bayi (hampir) 1 tahun, kakaknya 4 tahun.
Perkenalan pun berlanjut, sambil mereka ketawa2 liat emak Bayan bahasa jepangnya amburadul, tp seneng bs ngobrol am orang asing kyk eike hahaha! (Orang asing loh yaa! Cateeet!)

“Aaa, sore, nani?” –> itu apa? –> sambil nunjuk jilbab bunda Bayan
“Kore wa, jilbab, islamu fuku” –> ini jilbab, pakaian orang islam.
“Waaaa, naruhodo! Kirei ne!” –> benar kah? Cantik yaaa –> Iyaaaah, siapa dulu yang pake wkwkwkwkwk

*********************

Jam 17.15. Udah gelap, udah maghrib dari tadi kayaknya. Pulang deh kita. Pulang dari taman, daun “harta” kami pun dirapikan di atas lembaran putih. Setelah sholat Maghrib dan baca iqro, kami pun ngobrol lagi.

“Kita jualan nih bunda?” –> hahahaha Emaknye kebanyakan jualan sih yaa
“Boleh, nanti Ya Bayan jualannya”
“Liat deh ini. Ini namanya tangkai daun Bayan, dia numpang duduk di batang tanaman. Nah, Klo ini namanya helaian daun. Yang ini tulang daun…”
Anaknya ngangguk-ngangguk, matanya keliatan exited.
“Coba pilih, mana yang daunnya sendiri (daun tunggal, red), mana yang satu tangkai banyak daunnya?”
“Ini… Ini..”

daun tunggal daun majemuk.png
Ini loh bedanya daun tunggal dan daun majemuk. Sumber gambar ada di sini

“Mana yang tepi daunnya ga rata, mana yang engga?”
“Ini… Ini..”
“Mana yang tepi daunnya kayak lingkaran?”
“Ini…”
“Mana yang tepi daunnya tajem-tajem?”
“Bentar bun” –> Si bocah pun mengambil Salah satu daun, sambil meraba tepi daunnya. Bundanya bengong liat inisiatifnya
“Ini bun! Yang ini mah engga”
“Ada ga sih Bayan yang tepi daunnya dua-duanya, rata dan ga rata?”
“Ada bun, yang ini loh!”
“Ada ga daun yang mirip bintang?”
“Ini.. Nah kalau yang ini kayak kipas”
“He Eh, bagus banget yaah?”
“He eh”
“Ini musim gugur Bayan, jadinya daunnya warna warni. Liat deh, bagus kan?”
“Iyaaa bagus banget!”
“Bayan suka yang mana?”
Dan bocah pun memilih satu, dua, tiga… Eh, ternyata dia suka semua.
“Sekarang, Bayan udah boleh jualan bun?” –> teteeeep, pengen jualan. Darah padang mengalir deras niiiih

amazing leaf.jpg
Inilah “harta” yang kami kumpulkan sepulang main ke taman. Membandingkan bentuk dan warnanya membuat anak belajar memperhatikan sesuatu dengan detail.

***************************************

Tanpa sadar, bocah kecil belajar ilmu taksonomi. Memilah daun tunggal dan majemuk, mengamati tepi daun, mengamati bagian-bagian daun, dan mengamati bentuk tulang daun.

Kagetnya Bunda, ternyata doski juga berinisiatif melatih panca indranya. Dia melihat gradasi warna daun, meraba tepi daun ketika ditanya tepi daunnya rata atau engga. Untuk menentukan daun tunggal sama majemuk, Kita juga bisa menjelaskan bahwa daun tunggal itu hanya punya satu daun yang melekat pada tangkai daunnya, sedangkan daun majemuk punya banyak daun yang berdiri pada satu tangkai.

Sains ga serem kaaan?

IMG_3614

Amelia Piliang, sangat suka dedaunan musim gugur yang berwarna warni. Menurutnya, musim terkece di antara empat musim adalah musim gugur.

 

#homeschooling
#ispyithmyeyes
#balitabelajarsains

#ODOPfor99days #day8

Advertisements

4 thoughts on “Amazing Leaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s